Beranda
Artikel

Pengaruh Dunia Maya dan Media Massa Bagi Anak dan Komunikasi Keluarga

May 29, 2017

Oleh: Martin Elvis

TUHAN adalah yang pertama-tama mengambil inisiatif secara aktif untuk mengkomunikasikan kebenaran dan bahkan diri-Nya sendiri kepada manusia. Kejatuhan manusia ke dalam dosa karena pencobaan dari iblis dimulai dengan komunikasi yang disampaikan oleh iblis kepada manusia dalam bentuk audio-visual, sehingga manusia terpikat oleh keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Iblis mengoda dengan mengarahkan pandangan manusia terhadap buah pengetahuan yang baik dan jahat, buah yang dilarang oleh Tuhan untuk dimakan. Buah itu kelihatannya baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya.

I. STANDAR NILAI KEBENARAN

Ditinjau dari sudut pemahaman teologis, semua isi dan bentuk Media Komunikasi manusia sangatlah ditentukan oleh pribadi-pribadi yang memproduksi dan menyampaikan. Sedangkan perkembangan teknologi informasi dan media audio-visual hanyalah dipakai sebagai alat untuk mempermudah penyampaian komunikasi.

Contoh:
Film yang diproduksi dengan kandungan unsur pornografi yang oleh seorang seniman mungkin ia katakan itu sebagai film yang mempunyai nilai seni yang tinggi, oleh sutradara mungkin dianggap sebagai film yang bisa membawa kekebasan berekspresi, oleh produser akan dikatakan sebagai film yang laku dijual dan oleh konsumen bisa dianggap film yang enak untuk dinikmati.

Tetapi lain halnya apabila seseorang memiliki nilai moral dan memegang teguh Firman Tuhan, maka ia akan mengatakan bahwa film itu adalah film yang merusak moral.

Jadi standar penilaian tergantung dari nilai yang tertanam dalam diri seseorang. Oleh sebab itu di dalam Kitab Ulangan 6:6-9 diperintahkan untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada anak-anak secara berulang-ulang apabila kita duduk di rumah, apabila kita sedang dalam perjalanan, apabila kita berbaring dan apabila kita bangun. Bahkan pengajaran yang berulang-ulang itu juga memakai metode visualisasi dengan mengikatkannya sebuah kotak kecil berisi firman Tuhan sebagai tanda pada tangan dan haruslah itu menjadi lambang di dahi, serta haruslah menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang.

II. MEMORI OTAK MANUSIA

Memori di dalam otak manusia sama seperti halnya dengan kemampuan sebuah microprosesor hasil teknologi sekarang ini. Di dalam microprosesor terdapat apa yang disebut dengan cache memory, yaitu memory yang berfungsi menampung semua instruksi yang pernah/sering dipakai oleh microprosesor ketika ia mengakses data ke main memory. Jadi setiap intruksi yang pernah dieksekusi apabila perlu dipakai lagi, bisa diambil dari cache memory, sehingga tidak perlu menunggu waktu yang lebih lama untuk mengambilnya dari main memory. Sehingga kinerja prosesor dapat ditingkatkan.

Contoh:
Jika kita mempunyai pilihan untuk menempuh perjalanan kesuatu tempat; katakanlah C, dan untuk mencapai tempat itu kita bisa lewat jalan A atau jalan B. Jika jalan A adalah jalan yang biasa dan berulang-ulang kita lewati, sedangkan jalan B jarang kita lewati, maka faktor kemungkinan kita memilih jalan A akan lebih besar dari jalan B. Ketika sampai dipersimpangan jalan dan diperhadapkan untuk memilih mau lewat jalan A atau B, secara otomatis reaksi otak akan mengambil data di memori kita berupa jalan A yang sering kita lewati.

Hal ini juga terjadi terhadap pengaruh media tontonan, bacaan dan permainan; berupa film-film, buku-buku bacaan, games, maupun informasi dari internet. Jika seseorang mengkonsumsi materi-materi yang bersifat merusak dari media, maka ketika ia diperhadapkan dengan pilihan bagaimana ia harus mengambil tindakan atau keputusan, ia akan cenderung mengambil data dari memori di otaknya apa yang selama ini ia lihat, dengar, dan baca.

Oleh sebab itu pengajaran yang berulang-ulang akan diambil alih oleh media apabila orang tua tidak mengambil peranan yang sangat penting dalam membangun komunikasi keluarga, yaitu mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebenaran Tuhan.

III. PENGARUH BURUK PERMAINAN GAMES:

- Kecanduan bermain games, hingga banyak menyita waktu, bisa sampai 3 hari 3 malam bermain games.
- Kehilangan empati dan belas kasihan, untuk permainan games yang penuh kekerasan.
- Kesehatan terganggu (mata, jantung, syaraf otak, dan sebagainya)
- Memori di otak di isi dengan prinsip-prinsip yang buruk seperti salah satu slogan game: Only One Rule, Kill or
be killed
- Kehidupan interaksi sosial yang kurang
- Pembentukan karakter yang tidak sehat
- Penurunan prestasi belajar, kehilangan konsentrasi
- Kehilangan fokus terhadap segala sesuatu yang bersifat teks.
- Penurunan kehidupan spiritual
Dan lain sebagainya.

Meskipun ada games yang juga baik dan berguna untuk membangun karakter, tetapi jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan games yang isinya penuh dengan kekerasan, seks, dan karakter yang buruk.
Kita tidak bisa membendung perkembangan teknologi masa kini, sebab teknologi akan terus berkembang. Yang kita lakukan adalah bagaimana teknologi bisa digunakan secara tepat guna dan dimanfaatkan untuk mengajarkan hal yang baik, berguna dan yang benar kepada anak-anak kita.


IV. KOMUNIKASI KELUARGA

Komunikasi dalam keluarga adalah komunikasi yang tidak bisa dilakukan oleh dunia maya dan media massa.
“Komunikasi yang bersifat tatap muka ‚ ngobrol bersama ‚ yang disertai dengan beragam ekspresi wajah, canda-ria, sentuhan, belaian, dan pelukan akan memberi arti tersendiri dan mengandung sejuta makna bagi pasangan dan anak-anak kita.

Media tidak menganggap anak kita sebagai seorang pribadi, melainkan sebagai konsumer dan penambah rating iklan. Media tidak bisa memeluk anak kita.
Media tidak bisa mendengarkan anak kita. Kita memiliki hak istimewa apabila anak kita lari memasuki rumah dengan kabar yang menggembirakan, yaitu kita dapat mendengarkannya menceritakan kabar itu dengan ekspresi penuh sukacita, dan kita dapat bersukacita bersamanya.... ! Pada waktu itu kita lebih penting dari semua acara Media di dunia. Media tidak bisa menggendong dan berdoa bersama anak kita.  Kita dapat menaikkan anak kita ke tempat tidur, membacakannya kisah pengantar tidur, bahkan berdoa bersama dia.


V. KESIMPULAN

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kecanduan anak terhadap dunia maya dan media audio-visual:
1. Komunikasi yang efektif adalah dengan media audio-visual.
2. Bangunlah kehidupan spiritual dalam keluarga Anda.
3. Komunikasi Keluarga sangat berperan dalam menanamkan nilai pada anak, dimana orang tua menjadi role
model.
4. Menanamkan nilai kebenaran dalam diri anak itu sangat penting, karena dengan itu mereka akan bisa
mengambil sikap untuk menolak segala yang tidak baik. Dan sampai tua nanti pun ia tidak akan
menyimpang dari jalan kebenaran.
5. Tidak ada jalan singkat (shortcut) untuk membebaskan anak yang sudah terlanjur kecanduan media (games,
internet, dan sebagainya), perlu usaha dan doa.
6. Jika komunikasi dalam keluarga tidak dibangun, maka peranan itu akan diambil alih oleh media.
7. Kita tidak bisa melawan dan membendung teknologi dunia maya dan media audio-visual.
8. Lakukan dengan sungguh-sunggih dan konsisten apa yang tidak bisa media lakukan bagi anak Anda.
9. Jangan terlalu terfokus pada sisi buruk anak Anda, kembangkan nilai positif anak; bakat dan
kemampuannya.


Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/138

Book Testimonial

  • Gregory W. Slayton penulis buku ini, menyadarkan bahwa ada profesi kita semua yang lebih mulia dan tidak kalah besar tanggung jawabnya. Saya dan Anda semua laki-laki yang sudah berkeluarga adalah sosok yang memiliki profesi sebagai Ayah. Ini profesi yang dilakukan seumur hidup kita dan sekaligus profesi yang telah Tuhan berikan kepada kita.

    Itulah sebabnya, ditengah-tengah kesibukan saya sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta, saya selalu berkomitmen untuk menyediakan waktu bagi keluarga, istri dan anak - anak. Keberhasilan saya sebagai Gubernur, read more...

    Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta

  • Be a Better Dad Today, ditulis oleh pengarang yang memiliki banyak pengalaman dan profesi. Sebagai professor, tidak mengherankan bila bukunya sangat sistematis.Sepuluh Panduan Menjadi Ayah yang Hebat, adalah tulisan yang disusun dengan sangat baik, sistematis dan mudah dipahami.

    Sebagai mantan duta besar Amerika dan pelaku bisnis, Slayton memiliki pengalaman sangat luas.Pertemuannya dengan banyak orang, mengamati kesuksesan dan kegagalan seorang Ayah, membuat tulisan dalam buku ini sungguh kaya dan relevan untuk kita semua. read more...

    Juga Suhendro Hadiwidjojo, Ketua Umum PGTI

view more testimonial...