Processing...

TIDAK MEMBALAS DENDAM


Diposting oleh | Mon, 23 Aug 2021 08:26:26

Bacaan : 1 Samuel 24 : 19


Pagi itu, seorang petani mengendarai truknya dan mulai memeriksa tanaman di tanah pertaniannya.
Ketika ia sampai di ujung tanahnya, darahnya mendidih.
Lagi-lagi ada orang memanfaatkan lokasi tanah pertaniannya yang terpencil untuk membuang sampah secara ilegal di sana.

Ketika petani itu memindahkan kantong-kantong sampah yang berisi sisa makanan itu ke bak truknya, ia menemukan sehelai amplop.
Pada amplop itu tercetak alamat si pelaku.
Ia berpikir, sungguh kesempatan yang terlalu bagus untuk dilewatkan.
Malam itu ia pergi ke rumah si pelaku dan memenuhi halaman rumah orang itu dengan sampah—bukan hanya sampah yang dibuang di ladangnya tetapi juga sampahnya sendiri!


Mungkin balas dendam itu membawa kenikmatan tersendiri. Namun, apakah tindakan itu dapat dibenarkan?
Dalam 1 Samuel 24, Daud dan anak buahnya bersembunyi di sebuah gua untuk melarikan diri dari kejaran Raja Saul yang ingin membunuhnya.
Ketika Saul berjalan masuk ke dalam gua yang sama untuk membuang hajat, anak buah Daud melihat hal itu sebagai kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk membalas dendam (ay. 4-5).

Namun, Daud menolak untuk mengikuti nafsu membalas dendam.
"Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku,” katanya (ay. 7).
Ketika Saul mengetahui bahwa Daud memilih untuk tidak membunuhnya, ia hampir tidak percaya.
"Engkau lebih benar dari pada aku,” serunya (ay. 18-19).

Saat kita atau seseorang yang kita kasihi menghadapi ketidakadilan, mungkin akan tiba kesempatan bagi kita untuk membalas dendam.
Akankah kita menyerah pada hasrat tersebut, seperti yang dilakukan si petani, atau kita melawannya, seperti yang diperbuat Daud?
Akankah kita memilih kebenaran daripada pembalasan dendam?


Pertanyaan Renungan:
1. Pernahkah Anda merasa ingin membalas dendam kepada orang lain?
2. Bagaimana respons Daud dapat menuntun Anda dalam usaha Anda mencari keadilan bagi diri Anda dan orang lain?

Terverifikasi :
Project ini telah melewati proses verifikasi Family First Indonesia.
Kunjungan Lokasi :
Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut.
Kunjungan Staff :
Team Family First Indonesia telah mengunjungi lokasi project ini.
Terhubung :
Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan (XXXXXX)