Processing...

BELAJAR MELUPAKAN


Diposting oleh | Thu, 16 Sep 2021 13:42:58

Bacaan: Filipi 3:13-14


Lupa itu sesuatu yang lumrah, wajar. Bisa terjadi pada siapa saja. Misalnya lupa di mana meletakkan kacamata, padahal kacamata ada di kepala. Atau lupa menaruh kunci sepeda motor ke dalam jaket, lalu jaket dimasukan dalam bagasi motor..dan di tutup.. Pendek kata kita semua pernah mengalami lupa seperti itu, apalagi saat jatuh tempo bayar hutang.. penyakit amnesia tiba tiba bisa datang..

Nah, LUPA itu lumrah dan mudah terjadi, tetapi MELUPAKAN itulah yang sukar bin susah. Yup..melupakan itu tidak mudah. Banyak orang yang susah melupakan PRESTASI besarnya di masa lalu. Melupakan bahwa sekarang sudah tidak berkuasa atau menjabat sebagai pimpinan, sehingga ia terjebak dalam kisah romantisme yang diulang-ulang. Atau tidak sedikit pula orang yang susah melupakan KESALAHAN yang pernah dia lakukan..sehingga ada bayang bayang penyesalan yang tak berkesudahan. Inilah yang membuat banyak orang kehilangan damai sejahtera.

Saudara,
Hari ini kita akan belajar untuk berani melupakan bayang-bayang masa lalu dan memulai hidup baru di masa depan. Ingat masa lalu hanyalah kenangan. Hidup itu dimulai dari kesadaran akan kekinian dan semangat untuk meraih masa depan, bersama dengan Tuhan.

Rasul Paulus berkata : "...aku MELUPAKAN apa yang telah di belakangku dan MENGARAHKAN DIRI kepada apa yang di hadapanku, dan BERLARI-LARI kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Jadi, bagi Paulus tujuan hidup itu dilandaskan pada 3 hal;

Pertama, belajar melupakan apa yang sudah lewat. Baik yang success story maupun yang failure story.

Kedua, belajar mengarahkan diri pada apa yang kini dan di depan. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Hari esok ada rahmat Allah yang baru setiap pagi. Ingat damai sejahtera Kristus telah diberikan kepada kita. Dan damai sejahtera itulah jauh melebihi damai sejahtera dunia. (Yoh 14:27)

Ketiga, segera buat resolusi hidup yang tidak sebatas pernyataan belaka, namun dengan tindakan nyata. Buang segala kekuatiran, dosa dan ilusi. Mulai lakukan apa yang baik, berguna dan memuliakan Bapa di Sorga. Berlarilah seperti seorang pelari 100 m yang berlari sedemikian rupa tanpa memikirkan apapun yang di belakangnya.. kecuali fokus pada garis finish-nya.

Nah, itulah sikap yang benar, yang dikehendaki Allah dalam hidup kita..agar kita menjadi pribadi yang layak menerima damai sejahtera dan sukacita... Tidak mudah memang, tetapi layak untuk dicoba.



TAD-Ani

Terverifikasi :
Project ini telah melewati proses verifikasi Family First Indonesia.
Kunjungan Lokasi :
Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut.
Kunjungan Staff :
Team Family First Indonesia telah mengunjungi lokasi project ini.
Terhubung :
Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan (XXXXXX)