Processing...

PENGAMPUNAN DALAM KELUARGA


Diposting oleh | Wed, 24 May 2023 11:00:41


“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kej. 50:20)


Disakiti oleh orang yang paling dekat dan kita percaya adalah hal yang sangat menyakitkan namun merupakan sebuah realita yang tidak jarang terjadi di tengah keluarga. Hal ini terjadi dalam kehidupan Yusuf ketika saudara-saudaranya merasa iri dan akhirnya membenci Yusuf. Kebencian yang tertanam di hati saudara-saudara Yusuf, membuat mereka ingin menyakiti Yusuf bahkan ingin menyingkirkan Yusuf. Hal ini sungguh terwujud ketika mereka menjual Yusuf dan pedagang yang membeli itu membawa Yusuf ke Mesir.


Sebagai manusia biasa, saya yakin Yusuf pasti merasa sedih, kecewa bahkan mungkin marah karena perlakuan saudara-saudaranya yang sedemikian kejam. Mungkin ia bertanya dalam hati mengapa mereka bersikap jahat sekalipun ia bersikap baik? Mungkin ia juga bertanya-tanya mengapa Tuhan mengijinkan semuanya ini terjadi? Menjadi orang yang paling dikasihi oleh ayahnya bukan pilihan dia dan bukan kesalahannya. Namun mengapa dia yang akhirnya dibenci dan dibuang? Pengalaman pahit Yusuf ini tidak hanya dalam hitungan hari atau minggu atau bahkan bulan melainkan bertahun-tahun, belasan tahun. Sampai pada saat nya ia baru mengerti bahwa semua ini terjadi karena ada tugas besar yang Tuhan ingin ia kerjakan yaitu menyelamatkan keluarganya bahkan banyak manusia dari bencana kelaparan saat itu. Ketika Yusuf sampai pada pemahaman ini, ia bisa melihat pengalaman pahitnya bukan sebagai sebuah kemalangan melainkan sebagai sebuah kesempatan untuk dipakai Allah menyelamatkan banyak orang.


Oleh sebab itu, ketika saudara-saudaranya mengira bahwa Yusuf akan membalas dendam dan menghukum mereka, saudara-saudara Yusuf menjadi sangat takut. Tetapi Yusuf tidak bersikap jahat kepada mereka, sebaliknya Yusuf menolong mereka, memelihara hidup mereka dan keluarga mereka. Sekalipun Yusuf diperlakukan dengan buruk oleh saudara-saudaranya, namun ia mau mengampuni mereka dan menerima mereka. Mengapa Yusuf dapat bersikap demikian? Karena ketika pengalaman pahit itu datang, Yusuf memilih untuk terus memandang Tuhan dan melihat setiap peristiwa dari sudut pandang -Nya.


Berkaca dari pengalaman hidup Yusuf, ketika pengalaman pahit itu Tuhan ijinkan menjadi bagian kita, mari kita senantiasa:

  • Memandang Dia yang memiliki hidup kita. Memandang Allah akan menolong kita untuk menyembuhkan luka hati kita. Ketika kita melihat bahwa Allah itu setia dan tidak akan pernah meninggalkan kita, maka kita bisa dengan tenang dan yakin bahwa seburuk apapun keadaan kita dan seburuk apapun orang memperlakukan kita, Tuhan melihat, menjaga, melindungi bahkan membela kita. Ia akan menyatakan kebaikan dan kebenaran tepat pada waktunya. Sehingga kita tidak dikuasai oleh kekecewaan dan kepahitan karena kita tahu dengan pasti Allah tidak akan pernah menyakiti dan mengecewakan kita.


  • Melihat setiap peristiwa dari sudut pandang Allah akan menolong kita untuk melihat yang baik di tengah kekacauan dan melihat harapan di tengah keputusasaan (ay. 20). Dengan demikian kita bisa melihat bagaimana Tuhan dapat memakai setiap peristiwa, seburuk apapun itu untuk kebaikan kita yang mengasihi Dia (Roma 8:28).  Dengan kesadaran dan cara pandang yang demikianlah, Yusuf dimampukan oleh Allah untuk mengampuni dan menerima saudara-saudaranya.


“Forgiveness is the final form of love.” – Reinhold Niebuhr


Pertanyaan Perenungan

- Apakah Saudara pernah disakiti sampai-sampai susah untuk mengampuni?

- Adakah masalah atau sakit hati yang Saudara rasa perlu dibereskan dengan anggota keluarga? Jangan tunda untuk menyelesaikannya saat ini.


-- Pdt. Dedy S. Ginta --

Terverifikasi :
Project ini telah melewati proses verifikasi Family First Indonesia.
Kunjungan Lokasi :
Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut.
Kunjungan Staff :
Team Family First Indonesia telah mengunjungi lokasi project ini.
Terhubung :
Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan (XXXXXX)