Processing...

BIJAK MENGELOLA UANG SAAT #DIRUMAHSAJA


Diposting oleh | Tue, 21 Apr 2020 20:54:20


Beberapa wilayah di Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berarti sekolah-sekolah dan banyak perkantoran ditutup sehingga berbagai aktivitas harus dilakukan di rumah. Karyawan, eksekutif dan pebisnis melakukan pekerjaannya dari rumah. Anak-anak pun melanjutkan kegiatan belajarnya di rumah. 

Banyak keluarga yang mengalami penurunan pemasukan. Bahkan karena dampak pandemi ini, banyak tempat usaha yang tutup, perusahaan melakukan pengurangan gaji atau pengurangan karyawan, bahkan ada yang kekuatiran akan tidak diterimanya THR. 

Di sisi lain, kebijakan beraktivitas di #dirumahsaja dapat berdampak pada 'bengkak'-nya pengeluaran keluarga. Sebab saat bekerja dan belajar di rumah, mau tidak mau ada ada sejumlah pengeluaran ekstra yang harus dikeluarkan daripada bulan-bulan sebelumnya. Misalnya untuk kuota internet, listrik, camilan anak, masker, hand sanitizer, sampai pembelian vitamin kesehatan. Oleh sebab itu, setiap keluarga perlu merevisi dan mengevaluasi kembali pengelolaan keuangannya, serta melakukan penyesuaian-penyesuaian cashflow agar tidak mengalami defisit di akhir bulan.

Berikut prinsip yang perlu diperhatikan: 

1. Jangan cemas, apalagi sampai panik.  Anda harus tetap tenang untuk tidak melakukan panic buying. Kecemasan membuat pikiran Anda tidak jernih, melakukan pembelian yang tidak perlu, sehingga membuat pengeluaran membengkak. Tetap susun rencana keuangan keluarga,  berdasarkan pemasukan yang diterima. 

2. Jadikan kebutuhan pokok sebagai prioritas utama. Misalnya untuk kebutuhan makan sehari-hari, pembayaran biaya sekolah, gaji pegawai (bila Anda pengusaha), kebutuhan untuk internet (karena #kerjadarirumah / #workfromhome ataupun kelas online selalu memerlukan internet yang lancar), kebutuhan untuk air, listrik, gas, minyak, sabun, dan kebutuhan mendasar lainnya. Setelah baru, bila masih ada sisa budget baru memikirkan kebutuhan lainnya. 

3. Ajar dan ajak anak untuk berhemat. Anda juga perlu memperkenalkan kepada anak-anak, khususnya yang sudah menjelang remaja,  tentang perencanaan keuangan keluarga, agar si kecil memahami bahwa di masa COVID-19 ini mereka pun juga perlu ikut ambil bagian untuk berhemat. Misalnya: 

   - Mengurangi pemakaian AC di kamar. 

   - Tidak selalu menggunakan waktunya untuk bermain games secara online atau menonton video-video yang mengkonsumsi paket data internet. Lebih baik anak anak melakukan permainan board games,  ajak berolah raga bersama, atau melakukan pekerjaan rumah tangga bersama.

   - Tidak membeli mainan atau camilan, termasuk tidak menuruti permintaannya untuk melakukan delivery order makanan. Lebih baik memasak makanan atau membuat camilan sendiri. Selain berhemat, juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan bersama anak. 

4. Jangan menambah hutang. Hindari untuk penambahan hutang konsumtif. Tahan dulu untuk membeli kebutuhan yang tidak penting, apalagi bila dibeli dengan cicilan berjangka atau pinjaman online dengan bunga tinggi. Sebaliknya bila Anda sudah memiliki cicilan yang berjalan sejak sebelum pandemi, segera hubungi bank untuk mengajukan keringanan untuk pembayaran hutang di masa pandemi ini. Meski pada bulan-bulan sebelumnya Anda masih mampu untuk melakukan pembayaran penuh, namun mengingat hingga artikel ini dibuat masih belum ada kejelasan kapan masa PSBB dan pandemi ini akan berakhir, tak ada salahnya Anda mencoba mengajukan permohonan keringanan pembayaran hutang Anda.  


Bila Anda berhasil melakukan penghematan, sehingga ada sisa dana di akhir bulan, sebaiknya jangan digunakan untuk bersenang-senang, tetapi simpan dalam tabungan untuk menyiapkan kemungkinan harus dikeluarkannya dana tak terduga pada bulan-bulan mendatang. 


"Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya."        

(Raja Sulaiman)



Terverifikasi :
Project ini telah melewati proses verifikasi Family First Indonesia.
Kunjungan Lokasi :
Project Creator telah mengunjungi lokasi dan memiliki orang yang dapat dihubungi di lokasi tersebut.
Kunjungan Staff :
Team Family First Indonesia telah mengunjungi lokasi project ini.
Terhubung :
Penggalangan dana ini terhubung dengan yayasan (XXXXXX)